MetaTraderKitMetaTraderKitSmart Trading Tools
MARKET Senin, 5 Oktober 2026

DATA TENAGA KERJA AS MELEMAH, SENTIMEN PASAR MULAI MEMBAIK

Pelemahan tenaga kerja AS menekan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed dan mendorong saham serta gold, sementara oil melemah akibat pemulihan pasokan dan dolar tetap kuat di tengah ketidakpastian global.

DOLAR TETAP KUAT MESKI EKSPEKTASI KENAIKAN SUKU BUNGA FED MENURUN Pasar mata uang masih menunjukkan dominasi dolar AS meskipun data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Indeks dolar bergerak di sekitar 101,97 dan masih berada dekat level tertinggi 17 bulan. Kekuatan dolar tidak lagi hanya berasal dari ekspektasi suku bunga, tetapi juga permintaan safe haven di tengah volatilitas pasar obligasi global dan kekhawatiran fiskal di Eropa. EUR/USD bergerak di sekitar 1,1246 dan masih dekat level terendah sejak Mei 2025. Tekanan terhadap euro semakin besar akibat kekhawatiran mengenai utang Prancis dan risiko kebuntuan politik menjelang pemilu tahun depan. Yen Jepang bergerak di sekitar 157,69 per dolar, sementara Australian dollar bertahan di sekitar 0,6956. Secara keseluruhan, mata uang berisiko masih menghadapi tekanan selama volatilitas obligasi global tetap tinggi. Pasar kini memperkirakan sekitar 78 persen peluang bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga pada Oktober, meningkat tajam dibandingkan sekitar 36 persen satu minggu sebelumnya. PASOKAN MULAI PULIH, HARGA MINYAK TERTEKAN MESKI RISIKO TIMUR TENGAH MASIH TINGGI Harga minyak mengalami tekanan setelah pemulihan ekspor Timur Tengah dan rencana pelepasan cadangan darurat mulai meredakan kekhawatiran terhadap pasokan. Brent turun sekitar 0,7 persen ke area 101,58 dolar per barel, sementara WTI turun sekitar 1,1 persen ke 90,14 dolar per barel. Negara negara G7 sepakat melepas sekitar 100 juta barel minyak mentah dan produk bahan bakar dari cadangan darurat untuk membantu mengurangi tekanan pada pasar energi global. Ekspor minyak Timur Tengah juga mulai pulih. Pada beberapa hari terakhir September, ekspor bahkan sempat melampaui rata rata sebelum perang, dibantu peningkatan aliran melalui Selat Hormuz dan penggunaan jalur ekspor alternatif. OPEC+ juga mempertahankan target produksi November tanpa perubahan. Namun risiko geopolitik belum hilang. Konflik di Yemen kembali meningkat setelah pasukan yang didukung Saudi melancarkan operasi terhadap wilayah yang dikuasai Houthi. Kelompok Houthi juga mengklaim melakukan serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco. Dengan kondisi tersebut, potensi kenaikan tajam minyak masih ada apabila gangguan terhadap infrastruktur energi kembali terjadi, tetapi peningkatan pasokan mulai membatasi ruang kenaikan harga. GOLD MULAI PULIH SETELAH DATA TENAGA KERJA AS MELEMAH Harga emas bergerak naik tipis setelah mengalami penurunan sekitar 3,4 persen pada minggu sebelumnya. XAU/USD bergerak di sekitar 4.153 dolar per ounce. Sentimen terhadap gold mulai membaik setelah laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan ekonomi AS hanya menambah sekitar 29 ribu pekerjaan pada September, jauh lebih rendah dari ekspektasi pasar. Data tenaga kerja yang lemah membuat peluang kenaikan suku bunga Fed pada Oktober turun menjadi sekitar 20 hingga 25 persen, dibandingkan sekitar 70 persen satu minggu sebelumnya. Turunnya ekspektasi suku bunga memberikan sedikit dukungan terhadap emas karena tekanan dari kebijakan moneter mulai berkurang. Namun potensi penguatan gold masih dibatasi yield Treasury yang tetap tinggi serta harga energi yang masih berada pada level tinggi. Risiko inflasi akibat konflik Timur Tengah juga belum sepenuhnya hilang. Pasar berikutnya akan memperhatikan risalah pertemuan Fed September untuk melihat seberapa besar keinginan pembuat kebijakan melanjutkan kenaikan suku bunga. DATA TENAGA KERJA LEMAH DORONG SENTIMEN RISK ON DAN SAHAM TEKNOLOGI Sentimen pasar saham mulai membaik setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah mengurangi tekanan kenaikan suku bunga. Nasdaq 100 Futures naik sekitar 0,4 persen, sementara S&P 500 Futures menguat sekitar 0,12 persen. Nasdaq 100 sebelumnya juga mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Jumat. Sektor teknologi kembali menjadi penggerak utama. Penurunan yield Treasury memberikan dukungan terhadap valuasi saham teknologi, sementara optimisme terhadap sektor artificial intelligence tetap kuat. TSMC naik sekitar 3 persen setelah muncul laporan mengenai potensi kerja sama dengan Terafab milik Elon Musk. Perkembangan tersebut kembali meningkatkan optimisme terhadap sektor semikonduktor dan infrastruktur AI. Nikkei Jepang juga melonjak sekitar 2,6 persen, menunjukkan membaiknya risk appetite di kawasan Asia. Meski demikian, yield jangka panjang masih berada di level tinggi dan risiko geopolitik tetap menjadi ancaman. Karena itu, reli saham masih rentan terhadap perubahan cepat pada harga minyak maupun pasar obligasi. DOLAR BERTAHAN DEKAT LEVEL TERTINGGI 17 BULAN MESKI FED DIPERKIRAKAN MENAHAN SUKU BUNGA Dollar Index bertahan di sekitar 101,97 meskipun pasar secara agresif mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada Oktober. Data Nonfarm Payrolls menunjukkan hanya sekitar 29 ribu pekerjaan baru tercipta pada September. Perlambatan tersebut menjadi sinyal bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum dan mengurangi tekanan bagi Fed untuk segera menaikkan suku bunga kembali. Pasar kini memperkirakan sekitar 78 persen peluang Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober. Namun dolar masih mendapatkan dukungan dari tingginya yield Treasury dan permintaan safe haven akibat volatilitas pasar obligasi global. Masalah fiskal di Eropa, khususnya Prancis, juga memberikan tekanan tambahan terhadap euro sehingga secara tidak langsung mendukung penguatan dolar. Dengan demikian, dolar masih relatif kuat meskipun faktor fundamental dari kebijakan Fed mulai sedikit berbalik. Selama yield tetap tinggi dan ketidakpastian global bertahan, koreksi dolar berpotensi tetap terbatas. MARKET OUTLOOK SENTIMEN PASAR MEMBAIK SETELAH DATA TENAGA KERJA AS MELEMAH Secara keseluruhan, sentimen pasar mulai bergeser lebih positif setelah data tenaga kerja AS yang lemah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed. Kondisi ini mendukung saham teknologi dan memberikan ruang pemulihan bagi gold, sementara yield Treasury mulai turun. Oil tertekan oleh pemulihan pasokan Timur Tengah dan pelepasan cadangan G7, tetapi risiko geopolitik masih tinggi. Dolar tetap kuat karena permintaan safe haven dan tekanan terhadap euro, meskipun peluang kenaikan suku bunga Fed pada Oktober kini jauh lebih rendah.
Belum punya akun? Daftar gratis untuk mulai memakai tools MetaTraderKit.
Daftar Sekarang
Kembali