MetaTraderKitMetaTraderKitSmart Trading Tools
MARKET Jumat, 9 Oktober 2026

SAHAM AI TERTEKAN, GOLD PULIH DI TENGAH RISIKO MINYAK DAN FED

Kekhawatiran terhadap profitabilitas AI menekan saham teknologi, sementara gold mendapat dukungan dari penurunan yield dan dolar, dengan oil tetap tinggi akibat risiko Hormuz dan gangguan produksi di Teluk Meksiko.

DOLAR TETAP KUAT, EURO TERTEKAN MASALAH FISKAL EROPA DAN YIELD GLOBAL Pasar mata uang masih berada dalam kondisi defensif meskipun yield Treasury AS mulai turun dari level tertingginya. Dollar Index masih bertahan dekat level tertinggi tahun ini karena dolar tetap mendapat dukungan dari perbedaan suku bunga, risiko inflasi, dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal global. Euro masih menghadapi tekanan besar akibat krisis fiskal Prancis. Yield obligasi Prancis tenor 10 tahun bergerak mendekati 5 persen dan berada di level tertinggi sekitar 24 tahun. Kekhawatiran terhadap defisit anggaran sekitar 5,4 persen serta kemampuan pemerintah melakukan konsolidasi fiskal membuat investor tetap berhati hati terhadap aset Eropa. Tekanan pada pasar obligasi Prancis juga mulai menyebar ke Italia dan Yunani, sehingga meningkatkan risiko terhadap euro secara keseluruhan. Di sisi lain, sedikit penurunan yield Treasury memberikan kesempatan bagi mata uang lain untuk stabil. Namun selama kondisi fiskal Eropa belum membaik dan Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, dolar berpotensi tetap memiliki posisi yang lebih kuat. MINYAK BERTAHAN TINGGI, HORMUZ DAN BADAI TELUK AS JAGA RISIKO PASOKAN Harga minyak masih bertahan pada level tinggi meskipun mengalami sedikit koreksi setelah lonjakan tajam sebelumnya. Brent bergerak di sekitar 103,45 dolar per barel, sementara WTI berada di sekitar 90,86 dolar per barel. Tekanan turun muncul setelah Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan melakukan serangan baru terhadap Iran sebelum pemilu sela November dan menyebut adanya pembicaraan yang produktif dengan Tehran. Namun risiko terhadap pasokan belum hilang. Serangan terhadap tanker di Selat Hormuz meningkat ke level tertinggi sejak konflik AS Iran dimulai pada Februari, sementara ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman masih terus berlangsung. Pasar juga menghadapi risiko baru dari Hurricane Isaias di Teluk Meksiko. Sekitar 1,28 juta barel produksi minyak per hari atau sekitar 63 persen produksi kawasan tersebut telah dihentikan sebagai langkah antisipasi. Sejumlah perusahaan besar seperti BP, Chevron, dan Shell telah mengevakuasi fasilitas offshore mereka. Dengan kondisi tersebut, potensi penurunan minyak masih terbatas. Risiko geopolitik dan gangguan produksi akibat badai tetap memberikan dukungan kuat terhadap harga meskipun ekspor Timur Tengah mulai pulih. GOLD REBOUND DIDUKUNG PENURUNAN YIELD DAN DOLAR, TAPI RISIKO FED MASIH MEMBATASI Harga emas kembali menguat setelah dolar dan yield Treasury mengalami penurunan. XAU/USD naik sekitar 1,1 persen ke area 4.177 dolar per ounce, sementara Gold Futures bergerak di sekitar 4.203 dolar. Penurunan yield Treasury menjadi katalis utama pemulihan emas. Yield tenor 10 tahun turun ke sekitar 5,225 persen setelah sebelumnya berada dekat level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Dolar yang mulai kehilangan momentum juga membantu meningkatkan daya tarik emas bagi pembeli menggunakan mata uang lain. Namun risiko terhadap gold belum sepenuhnya hilang. Harga minyak yang masih tinggi dapat mempertahankan tekanan inflasi dan membuat Federal Reserve tetap mempertimbangkan kebijakan moneter yang lebih ketat. Pasar hanya memperkirakan sekitar 18 persen peluang kenaikan suku bunga Fed pada Oktober, tetapi peluang kenaikan pada Desember masih berada di sekitar 82 persen. Permintaan bank sentral juga tetap menjadi faktor pendukung emas. Selama yield tidak kembali melonjak tajam, gold memiliki ruang untuk mempertahankan pemulihan. Namun ekspektasi kenaikan suku bunga akhir tahun masih berpotensi membatasi kenaikan yang lebih besar. SAHAM TEKNOLOGI TERTEKAN KEKHAWATIRAN AI, WALL STREET KOREKSI DARI REKOR Wall Street kembali melemah untuk sesi kedua berturut turut setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Nasdaq Composite turun sekitar 1,3 persen, S&P 500 melemah sekitar 0,5 persen, sementara Dow Jones naik tipis sekitar 0,1 persen. Tekanan terbesar terjadi pada sektor teknologi dan artificial intelligence setelah laporan mengenai pendapatan OpenAI memunculkan pertanyaan mengenai seberapa besar permintaan AI dan kemampuan industri menghasilkan keuntungan dari investasi infrastruktur yang sangat besar. Philadelphia Semiconductor Index turun sekitar 3,4 persen. Nvidia melemah sekitar 2,9 persen, AMD turun 3,9 persen, Micron kehilangan sekitar 4,8 persen, Broadcom turun 4,4 persen dan Oracle melemah sekitar 5,5 persen. Kekhawatiran utama pasar mulai bergeser dari pertumbuhan teknologi AI menuju kemampuan perusahaan menghasilkan return yang sebanding dengan besarnya investasi chip, data center, energi, dan infrastruktur komputasi. Yield Treasury yang masih berada di atas 5 persen turut menekan saham growth karena biaya pendanaan tetap tinggi. Fokus berikutnya beralih ke musim laporan keuangan kuartal ketiga. Hasil perusahaan besar akan menjadi ujian apakah fundamental korporasi masih cukup kuat untuk menopang valuasi pasar yang sudah tinggi. DOLAR MULAI KEHILANGAN MOMENTUM, TAPI FED DAN MASALAH FISKAL EROPA MASIH MEMBERIKAN DUKUNGAN Dolar AS mulai mengalami sedikit tekanan setelah yield Treasury turun untuk sesi kedua berturut turut. Namun secara keseluruhan, greenback masih berada dekat level tertinggi tahun ini. Penurunan yield 10 tahun ke sekitar 5,225 persen memberikan sedikit tekanan terhadap dolar setelah sebelumnya kenaikan yield menjadi salah satu faktor utama penguatan mata uang AS. Meski demikian, Federal Reserve belum sepenuhnya berubah dovish. Risalah FOMC menunjukkan mayoritas pejabat masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun. Pasar memperkirakan peluang kenaikan Oktober hanya sekitar 18 persen, tetapi probabilitas kenaikan pada Desember masih sekitar 82 persen. Selain faktor Fed, dolar juga mendapat dukungan dari masalah fiskal Eropa. Krisis obligasi Prancis dan tekanan terhadap pasar utang kawasan euro membuat investor tetap memiliki alasan untuk mempertahankan posisi di dolar. Untuk sementara, dolar berpotensi memasuki fase konsolidasi. Penurunan yield dapat membatasi penguatan, tetapi kondisi global masih belum cukup mendukung pelemahan dolar secara signifikan. MARKET OUTLOOK SENTIMEN PASAR KEMBALI HATI HATI DI TENGAH TEKANAN AI DAN RISIKO ENERGI Secara keseluruhan, pasar kembali memasuki fase hati hati. Tekanan pada saham teknologi meningkat akibat kekhawatiran terhadap valuasi dan profitabilitas investasi AI, sementara oil tetap tinggi karena risiko Hormuz dan gangguan produksi di Teluk Meksiko. Penurunan yield memberikan dukungan bagi gold dan sedikit menahan penguatan dolar, tetapi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada akhir tahun masih menjadi risiko utama. Fokus berikutnya tertuju pada musim laporan keuangan dan perkembangan pasar obligasi untuk menentukan apakah koreksi saham berlanjut atau kembali terjadi pemulihan.
Belum punya akun? Daftar gratis untuk mulai memakai tools MetaTraderKit.
Daftar Sekarang
Kembali