MetaTraderKitMetaTraderKitSmart Trading Tools
MARKET Senin, 12 Oktober 2026

PASAR MENANTI CPI AS, DOLAR KUAT DAN GOLD MULAI PULIH

Ekspektasi kenaikan suku bunga Fed mulai menurun dan membantu saham serta gold, sementara dolar tetap kuat dan oil masih rentan terhadap perkembangan konflik Timur Tengah.

DOLAR TETAP KUAT, PASAR MENANTI DATA INFLASI AS Pasar mata uang masih bergerak hati hati menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat pekan ini. Dollar Index berada di sekitar 102,14 dan masih dekat level tertinggi dalam sekitar 18 bulan. Penguatan dolar masih didukung oleh tingginya yield obligasi AS, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal global. Meski demikian, peluang kenaikan suku bunga Fed pada Oktober terus menurun sehingga momentum penguatan dolar mulai sedikit kehilangan tenaga. EUR/USD bergerak di sekitar 1,121 setelah mencatat lima minggu penurunan berturut turut. Euro masih tertekan oleh masalah fiskal Prancis dan ketidakpastian politik menjelang pemilu 2027. USD/JPY bergerak di sekitar 158,16, menunjukkan yen masih berada pada level lemah terhadap dolar. Australian dollar dan New Zealand dollar relatif stabil. Fokus utama pasar kini tertuju pada data CPI AS. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat kembali mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga, sedangkan inflasi yang lebih lunak berpotensi menekan dolar dan memberikan ruang pemulihan bagi mata uang lainnya. MINYAK TURUN DI TENGAH HARAPAN TAMBAHAN PASOKAN, RISIKO TIMUR TENGAH MASIH TINGGI Harga minyak mengalami koreksi setelah muncul klaim mengenai gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina. Brent turun ke sekitar 102 hingga 103 dolar per barel setelah sebelumnya sempat naik di atas 105 dolar. Pasar melihat kemungkinan berkurangnya gangguan terhadap pasokan bahan bakar Rusia apabila serangan terhadap fasilitas energi benar benar dihentikan. Namun hingga saat ini, Rusia dan Ukraina belum mengonfirmasi adanya kesepakatan final. Tekanan turun juga datang dari pemulihan pasokan Timur Tengah serta peningkatan pengiriman minyak melalui jalur alternatif. Meski demikian, risiko geopolitik belum mereda. Kelompok Houthi kembali meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan ke wilayah Riyadh, sementara Iran masih menilai proposal Amerika Serikat mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz belum cukup. Gangguan produksi di Teluk Meksiko akibat Hurricane Isaias juga masih menjadi perhatian setelah lebih dari separuh produksi minyak kawasan tersebut sempat dihentikan. Dengan kondisi tersebut, tekanan turun oil mulai terlihat, tetapi risiko konflik membuat harga tetap rentan mengalami lonjakan kembali. GOLD KEMBALI MENGUAT, PASAR MULAI MEMPERTIMBANGKAN FED YANG LEBIH SABAR Harga emas naik ke sekitar 4.206 dolar per ounce setelah mencatat kenaikan sekitar 1,3 persen pada pekan sebelumnya. Dukungan terhadap gold berasal dari menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada Oktober serta meningkatnya permintaan terhadap aset defensif akibat ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran terhadap utang pemerintah global. Pasar saat ini memperkirakan sekitar 81 persen peluang Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada Oktober. Kondisi ini memberikan ruang bagi gold untuk melakukan pemulihan setelah sebelumnya mendapat tekanan besar dari kenaikan yield. Permintaan dari bank sentral juga tetap menjadi faktor pendukung. Bank Sentral China menambah sekitar 740 ribu ounce emas pada September dan telah melakukan pembelian selama 23 bulan berturut turut. Namun risiko terhadap emas belum sepenuhnya hilang. Harga energi yang tetap tinggi dapat menjaga tekanan inflasi dan mendorong Fed kembali mengetatkan kebijakan pada akhir tahun. Arah gold berikutnya akan sangat dipengaruhi oleh data CPI AS. Inflasi yang lebih rendah dapat mendukung kenaikan emas, sementara data yang kembali panas dapat mendorong yield dan dolar naik serta menekan harga gold. WALL STREET TETAP KUAT, PASAR MENANTI INFLASI DAN MUSIM LAPORAN KEUANGAN Wall Street menutup pekan sebelumnya dengan kuat. S&P 500 naik sekitar 0,6 persen, Dow Jones menguat 0,8 persen, sementara Nasdaq Composite bertambah sekitar 0,6 persen. Futures saham AS juga bergerak positif pada perdagangan Asia, dengan Nasdaq 100 Futures naik sekitar 0,4 persen dan S&P 500 Futures bertambah sekitar 0,3 persen. Sentimen saham masih didukung oleh harapan bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga pada Oktober. Namun tingginya yield Treasury tetap menjadi risiko bagi valuasi saham, terutama sektor teknologi. Pasar Asia bergerak lebih beragam. Saham teknologi Korea Selatan mengalami tekanan setelah libur panjang, sementara investor menunggu laporan keuangan TSMC yang diperkirakan menunjukkan pertumbuhan kuat akibat permintaan chip AI. Musim laporan keuangan kuartal ketiga juga mulai menjadi fokus utama. Hasil perusahaan teknologi, bank besar, dan produsen chip akan menjadi ujian apakah valuasi tinggi Wall Street masih didukung pertumbuhan laba yang kuat. Untuk sementara, sentimen saham masih relatif positif, tetapi data inflasi dan laporan keuangan akan menentukan apakah reli dapat berlanjut. DOLAR BERTAHAN DEKAT LEVEL TERTINGGI 18 BULAN, CPI MENJADI UJIAN BERIKUTNYA Dollar Index berada di sekitar 102,14 dan masih dekat level tertinggi dalam sekitar satu setengah tahun. Kekuatan dolar masih didukung oleh tingginya yield Treasury, ketidakpastian geopolitik, serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Eropa. Namun pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Probabilitas Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober kini berada di sekitar 81 persen. Hal ini membuat dolar mulai kehilangan sebagian dorongan dari ekspektasi kebijakan moneter. Beberapa analis juga mulai melihat potensi konsolidasi atau koreksi setelah reli panjang. Data CPI AS menjadi faktor utama berikutnya. Jika inflasi kembali tinggi, pasar dapat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga akhir tahun dan kembali mendorong dolar. Sebaliknya, inflasi yang lebih lunak dapat memperbesar peluang Fed menahan suku bunga lebih lama dan menekan Dollar Index. MARKET OUTLOOK PASAR MULAI LEBIH OPTIMIS, TAPI INFLASI DAN GEOPOLITIK MASIH MENJADI RISIKO Secara keseluruhan, sentimen pasar mulai membaik karena ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada Oktober terus menurun dan harga minyak mulai terkoreksi. Saham AS tetap kuat dan gold mendapat ruang pemulihan, sementara dolar masih bertahan dekat level tertinggi akibat yield dan ketidakpastian global. Namun risiko dari konflik Timur Tengah, kondisi fiskal Eropa, dan data inflasi AS masih dapat mengubah sentimen dengan cepat. Fokus utama pasar pekan ini tertuju pada CPI AS dan musim laporan keuangan kuartal ketiga.
Belum punya akun? Daftar gratis untuk mulai memakai tools MetaTraderKit.
Daftar Sekarang
Kembali