MARKET
Rabu, 21 Oktober 2026
SAHAM AI MULAI PULIH, MINYAK TETAP TINGGI JELANG KEPUTUSAN FED
Earnings teknologi menghidupkan kembali optimisme saham AI, tetapi tingginya harga minyak dan risiko inflasi masih menekan gold serta menjaga ketidakpastian arah suku bunga Fed.
DOLAR MULAI MELEMAH, EURO DAN YEN MENDAPAT RUANG PEMULIHAN
Pasar mata uang mulai menunjukkan sedikit perubahan setelah Dollar Index turun ke sekitar 101,7 hingga 101,8. Pelemahan dolar terjadi setelah harga minyak sempat terkoreksi dan yield obligasi AS ikut mereda, sehingga sebagian tekanan inflasi mulai berkurang.
EUR/USD mencoba stabil di sekitar 1,123 setelah sebelumnya mengalami tekanan panjang. Euro mendapat sedikit dukungan dari meredanya kerusuhan di Prancis, tetapi kondisi fiskal negara tersebut masih menjadi risiko utama. Spread yield obligasi Prancis terhadap Jerman tetap tinggi dan menunjukkan investor masih meminta premi risiko besar untuk memegang aset Prancis.
Yen Jepang juga menguat tipis ke sekitar 158,17 per dolar setelah permintaan terhadap obligasi pemerintah Jepang tenor 20 tahun mencapai rekor tinggi. Kondisi tersebut membantu menurunkan yield obligasi Jepang dan memberikan sedikit dukungan terhadap yen.
Poundsterling menjadi salah satu mata uang yang relatif kuat setelah data tenaga kerja Inggris meningkatkan ekspektasi bahwa Bank of England masih dapat menaikkan suku bunga.
Secara keseluruhan, tekanan terhadap dolar mulai sedikit berkurang, tetapi greenback belum kehilangan dukungan sepenuhnya karena ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan Fed masih tinggi.
MINYAK BERTAHAN DEKAT LEVEL TERTINGGI LIMA BULAN, HORMUZ KEMBALI JADI RISIKO UTAMA
Harga minyak kembali bergerak tinggi dengan Brent berada di sekitar 109 dolar per barel dan WTI mendekati 99 dolar.
Ketegangan di Selat Hormuz masih menjadi faktor utama. Iran meningkatkan serangan terhadap kapal yang melewati jalur tersebut dalam dua pekan terakhir, membuat arus minyak kembali melambat setelah sempat pulih.
Harapan diplomasi juga belum menghasilkan perkembangan signifikan. Iran menyatakan tidak akan melakukan pembicaraan dengan Washington sebelum tuntutannya dipenuhi, sehingga pasar mulai mengurangi ekspektasi penyelesaian konflik dalam waktu dekat.
Konflik Arab Saudi dengan kelompok Houthi juga menambah risiko. Serangan terhadap fasilitas Aramco, ladang minyak, bandara, dan infrastruktur strategis membuat pasar tetap khawatir terhadap kemungkinan gangguan pasokan baru.
Selain itu, persediaan minyak AS dilaporkan turun sekitar 4,93 juta barel, jauh lebih besar dari perkiraan. Cadangan strategis AS juga berada di level terendah dalam sekitar 44 tahun setelah serangkaian pelepasan darurat.
Dengan kondisi tersebut, fundamental jangka pendek oil masih cenderung kuat. Pemulihan pasokan dapat menahan kenaikan, tetapi risiko geopolitik membuat harga tetap rentan melonjak.
GOLD KEMBALI TERTEKAN, MINYAK TINGGI JAGA EKSPEKTASI SUKU BUNGA FED
Harga emas kembali melemah ke sekitar 4.108 hingga 4.130 dolar per ounce setelah kehilangan lebih dari 1 persen sejak awal pekan.
Tekanan terhadap emas masih berasal dari tingginya harga energi. Brent yang berada dekat 109 dolar meningkatkan risiko inflasi dan membuat pasar tetap mempertimbangkan kemungkinan Federal Reserve mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.
Peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober relatif rendah, hanya sekitar 15 hingga 17 persen. Namun pasar masih memperkirakan kemungkinan sekitar 85 persen bahwa Fed menaikkan suku bunga lagi sebelum akhir tahun.
Kondisi tersebut menjadi hambatan bagi gold karena suku bunga tinggi meningkatkan daya tarik aset yang memberikan yield.
Di sisi lain, data sektor perumahan AS mulai menunjukkan pelemahan. Housing starts turun dan pending home sales mencapai level sangat rendah, memberikan sinyal bahwa tingginya biaya pinjaman mulai menekan ekonomi.
Untuk saat ini, gold masih berada dalam fase defensif. Peluang rebound tetap ada apabila yield dan dolar turun, tetapi selama minyak tinggi dan risiko kenaikan suku bunga Desember masih dominan, penguatan emas berpotensi terbatas.
SAHAM AI MULAI REBOUND, EARNINGS TEKNOLOGI JADI UJIAN UTAMA
Wall Street menunjukkan tanda pemulihan setelah tekanan besar terhadap sektor teknologi dan AI pada pekan sebelumnya.
S&P 500 naik sekitar 0,3 persen dan Dow Jones menguat sekitar 1 persen, sementara Nasdaq Composite relatif datar. Futures Nasdaq kemudian melonjak sekitar 1 persen setelah laporan keuangan SpaceX memberikan sentimen positif terhadap sektor teknologi.
SpaceX melaporkan pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat, sementara bisnis terkait AI juga berkembang pesat. Hasil tersebut membantu mengembalikan optimisme bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI masih memiliki momentum.
Super Micro Computer juga mendapat perhatian setelah menaikkan proyeksi pendapatan dan margin, memperkuat kembali sentimen terhadap perusahaan yang berkaitan dengan server dan infrastruktur AI.
Namun tekanan terhadap sektor teknologi belum sepenuhnya berakhir. Netflix melemah setelah pertumbuhan pendapatannya menunjukkan perlambatan, sementara investor masih mempertanyakan tingginya biaya pembiayaan pembangunan infrastruktur AI.
Fokus berikutnya tertuju pada laporan Tesla dan Meta. Hasil dua perusahaan tersebut berpotensi menjadi penentu apakah rebound sektor teknologi dapat berlanjut atau kekhawatiran terhadap valuasi AI kembali mendominasi pasar.
DOLAR TURUN DARI LEVEL TINGGI, PASAR SEMAKIN YAKIN FED AKAN MENAHAN SUKU BUNGA
Dollar Index turun ke sekitar 101,7 setelah harga minyak sempat terkoreksi dan yield Treasury bergerak lebih rendah.
Pasar semakin yakin Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Probabilitas kenaikan 25 basis poin diperkirakan kurang dari 20 persen.
Namun ekspektasi kenaikan sebelum akhir tahun masih relatif tinggi. Pasar tetap melihat peluang besar kenaikan pada Desember karena tekanan inflasi belum sepenuhnya terkendali.
Harga minyak menjadi faktor penting bagi dolar. Jika oil kembali meningkat akibat konflik Hormuz, ekspektasi inflasi dapat kembali menguat dan memberikan dukungan kepada dolar melalui potensi kebijakan Fed yang lebih ketat.
Sebaliknya, keberhasilan diplomasi di Timur Tengah dan penurunan energi dapat memberikan ruang lebih besar bagi koreksi Dollar Index.
Untuk sementara, dolar terlihat memasuki fase konsolidasi menjelang keputusan Fed pekan depan.
MARKET OUTLOOK
SENTIMEN TEKNOLOGI MULAI PULIH, TAPI MINYAK DAN FED MASIH JADI RISIKO
Secara keseluruhan, sentimen pasar mulai membaik setelah earnings sektor teknologi membantu menghidupkan kembali minat terhadap saham AI. Namun oil yang bertahan tinggi akibat risiko Hormuz masih menjaga tekanan inflasi, sehingga gold tetap tertekan dan pasar belum sepenuhnya yakin Fed telah selesai menaikkan suku bunga. Dolar mulai terkoreksi, sementara fokus berikutnya tertuju pada earnings Tesla dan Meta serta keputusan Fed pekan depan.
